Realita Pelaksanaan Transaksi Bibit Ayam Petelur (Pullet)

Berita acara amalisis diskrepansi informasi redaksi md8.or.id Korban berhasil laporan ke polres gresik | Foto: Cak Lubis Prapanca

Perbandingan Narasi Promosi Media Sosial vs Realita Pelaksanaan Transaksi Bibit Ayam Petelur (Pullet).


1. Analisis Klaim Media Sosial (Instagram @dokterunggas)


Berdasarkan unggahan tanggal 26 November 2025, pihak DokterUnggas.com (Alvin Pradiptya Rifkas) membangun narasi sebagai berikut:


Kredibilitas: Mengklaim kualitas nomor 1 dengan pengawasan dokter hewan, vaksin lengkap, dan administrasi (SKKH/Karantina) yang diurus penuh.


Kemitraan: Mempublikasikan kunjungan Bapak Abdul Rokim Lutfi sebagai bentuk "kesuksesan" dan "kesepakatan mantap" untuk order 3.500 hingga 10.000 ekor ayam.


Tujuan Narasi: Menggunakan figur Bapak Lutfi sebagai alat marketing untuk menarik minat peternak lain (Social Proof).


2. Fakta Realita Lapangan (Kondisi Maret - April 2026)


Berdasarkan laporan korban dan temuan tim jurnalis md8.or.id, ditemukan fakta yang bertolak belakang:


Gagal Serah Terima: Meskipun narasi di medsos menyebutkan "Deal Order", hingga memasuki tahun 2026, jumlah ayam yang diterima korban jauh dari kesepakatan (Hanya sebagian kecil dari total nilai yang dibayar lunas).


Ketidaksesuaian Dana: Uang lunas telah masuk ke rekening CV. GAVIN CORPORATION, namun barang tidak kunjung tiba.


Respon Terlapor: Saat didatangi, Alvin Pradiptya Rifkas justru bersikap defensif dan mengulur waktu hingga Juni 2026, berbanding terbalik dengan citra "Pelayanan Cepat & Mudah" yang diiklankan.


3. Hubungan Korelatif (Dugaan Modus)


Terdapat hubungan kuat antara unggahan Instagram tersebut dengan dugaan tindak pidana:


Modus Operandi: Unggahan tersebut diduga digunakan untuk memberikan rasa aman palsu kepada korban agar segera melunasi pembayaran (Tipu Muslihat).


Pemanfaatan Nama Baik: Nama korban (Pak Lutfi) dicatut dalam konten promosi tanpa penyelesaian kewajiban yang nyata, yang memperkuat unsur Pasal 378 KUHP mengenai rangkaian kebohongan.


Jeratan Diskon: Promosi harga Rp94.000 (diskon dari Rp104.000) yang dilakukan tak lama setelah konten "kunjungan" tersebut diduga sebagai taktik untuk menghimpun dana segar dari masyarakat secara cepat tanpa ketersediaan stok barang.


Kesimpulan Jurnalistik Mata Dunia 8 ( MD8.OR.ID )


Unggahan di akun @dokterunggas pada November 2025 merupakan kontradiksi nyata dari kondisi saat ini. Narasi yang menggambarkan Pak Lutfi sebagai pengusaha muda yang sukses bekerja sama dengan Alvin Pradiptya hanyalah citra di atas kertas. Faktanya, Pak Lutfi kini berada dalam posisi korban yang mengalami kerugian materiil ratusan juta rupiah.


Catatan untuk Tersangka: Publikasi media sosial ini dapat dijadikan alat bukti tambahan bagi kepolisian untuk menunjukkan adanya niat (mens rea) dalam membangun kepercayaan semu guna menarik dana dari korban.

0 Comments