Ratusan Warga Gondang Desak Penutupan Tambang Andesit Ilegal

Ratusan Warga Gondang Desak Penutupan Tambang Andesit Ilegal | Nampak Kepala Desa Kebontunggul | Foto: Ahmat Zulfi

MOJOKERTO – Ratusan massa yang tergabung dalam Serikat Konservasi Lingkungan Hidup Indonesia (SERIKANDI Indonesia) bersama warga Desa Kebontunggul dan Desa Gondang menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Jumat (24/4/2026). Aksi ini menuntut penutupan permanen tambang batu andesit yang diduga kuat beroperasi tanpa izin resmi atau ilegal di wilayah tersebut.


Massa mulai berkumpul di Lapangan Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto sejak jam 08.00 WIB. Selain warga setempat, aksi ini juga didukung oleh PSLM, Gabungan GTII, serta jajaran perangkat desa, termasuk Kepala Desa Kebontunggul.


Ketegangan sempat terjadi saat massa merangsek ke lokasi tambang yang berjarak sekitar 200 meter dari titik aksi. Di sana, warg, aksi demo menemukan fakta mengejutkan berupa dua unit alat berat jenis ekskavator (bego) yang disembunyikan secara sengaja di bawah rimbunan pohon jati dan bambu. 


Massa berkumpul di lapangan, lalu mendatangi lokasi tambang dan menemukan alat berat yang disembunyikan di bawah pohon jati dan bambu untuk menghindari massa. Ujar Yukti Ketua PSPLM.

 

Dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam menyembunyikan alat berat tersebut kini menjadi sorotan tajam para pendemo dan LSM yang hadir di lokasi.


Aksi yang diikuti sekitar 100 orang ini berjalan dengan pengawalan ketat. Warga mendesak pihak berwenang segera menindak tegas pengelola tambang dan oknum-oknum yang membekingi aktivitas merusak lingkungan tersebut demi kelestarian alam di kaki Gunung Welirang.

0 Comments