![]() |
| Dugaan Oknum Polres Batu Lepas Pelaku Judol Berbayar | Foto: Ilustrasi gemini |
BATU – Komitmen Polri dalam memberantas praktik judi online (judol) kini tengah mendapat sorotan tajam. Pasalnya, muncul dugaan praktik "tangkap-lepas" yang dilakukan oleh oknum di lingkungan Unit Pidum Satreskrim Polres Batu. Dugaan ini mencuat setelah seorang terduga pelaku judi online dikabarkan dibebaskan tak lama setelah diamankan, dengan dugaan adanya setoran uang "damai".
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula pada Rabu (22/4/2026). Petugas Satreskrim Polres Batu mengamankan seorang pria berinisial RZK di tempat kerjanya, kawasan Agrowisata, Kota Batu. Saat itu, petugas menyita satu unit telepon seluler milik RZK sebagai barang bukti sebelum akhirnya digelandang ke Mapolres Batu untuk menjalani pemeriksaan.
Dugaan Uang "Damai"
Alih-alih melanjutkan proses hukum ke tahap penyidikan lebih lanjut, RZK dikabarkan telah dipulangkan tak lama setelah diamankan. Beredar informasi bahwa pembebasan RZK diduga merupakan hasil kesepakatan dengan oknum penyidik terkait pembayaran uang sebesar Rp5 juta.
Seorang sumber yang mengetahui kejadian tersebut mengungkapkan bahwa transaksi penyerahan uang dilakukan langsung di lingkungan Polres Batu agar terduga pelaku bisa segera menghirup udara bebas.
"Pembayaran Rp5 juta dilakukan di ruang Unit Pidum Polres Batu. Setelah uang diserahkan, RZK dilepaskan. Padahal, sebelumnya ia sempat dibawa ke kantor karena dugaan terlibat judi online," ujar sumber tersebut, Kamis (23/4/2026).
Tanggapan Kanit Pidum
Menanggapi dugaan tersebut, Kanit Pidum Satreskrim Polres Batu, Dedi, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (24/4/2026), belum memberikan klarifikasi mendalam. Ia menyatakan akan melakukan pengecekan internal terkait informasi tersebut.
"Kami cek dulu ya, Mas. Besok kami informasikan kembali," jawabnya singkat.
Hingga saat ini, publik menanti langkah tegas dari Kapolres Batu serta Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur untuk melakukan investigasi.
Langkah ini penting guna memastikan apakah telah terjadi pelanggaran prosedur dalam penanganan perkara tersebut, sekaligus untuk menjaga integritas institusi Polri dalam pemberantasan judi online yang kini menjadi atensi nasional.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini untuk memastikan kebenaran informasi serta tindak lanjut dari pihak kepolisian.


0 Comments