MD8.OR.ID – Oknum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tengah dilanda konflik internal yang memanas, menguak dugaan adanya “raja-raja bunglon berbalut Ulama” dan dinasti kekuasaan yang bersembunyi di balik notulen resmi organisasi LDII. Isu ini mencuat ke publik setelah adanya maklumat-maklumat kontroversial yang disebarkan secara luas, bahkan ke-tingkat daerah hingga kelompok. Maklumat ini disinyalir digunakan untuk membungkam perbedaan pendapat dan menyingkirkan para mubalig / ulama pada masa mbah ubaidah serta pelaku sejarah yang tidak sefaham dengan kepemimpinan pusat, khususnya di bawah Ketua Umum DPP LDII, Kriswanto Santoso.
Maklumat Kontroversial dan Pembungkaman Sejarah
Laporan yang diterima menunjukkan bahwa masalah ini bermula dari maklumat tanpa dasar hukum yang disampaikan oleh salah satu oknum pengurus teras DPP LDII, yang diduga berisi pengumuman tentang seseorang tidak sefaham agama maupun tidak sependapat secara vulgar. Ironisnya, hal ini dilakukan melalui notulen resmi DPP LDII, yang seharusnya menjadi medium komunikasi organisasi yang berwibawa dan beradab.
Para jamaah maupun mubalig yang memiliki prinsip dan tetap memegang teguh kefahaman dari sumber ilmu manqul dari KH. Nurhasan Al Ubaidah Lubis sejarah awal oknum pengurus organisasi DPP LDII merasa tertekan. Banyak mubalig sepuh dan pelaku sejarah yang justru disingkirkan atau dibungkam karena dianggap "beda zaman dan beda pemahaman".
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan internal: Mengapa ilmu "manqul" (ilmu yang diterima secara estafet dari guru ke guru), yang selama ini menjadi ciri khas LDII dan Ponpes Wali Barokah, kini justru dicegah dan ditutupi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab?
"Padahal sesepuh pusat Ponpes Wali Barokah tidak pernah membuat fatwa maklumat kepada jamaahnya, mubalig, ulama sesepuh masih membawa ilmu magkul secara utuh sedikit pun tidak pernah," ujar sumber internal yang namanya dirahasiakan, menyoroti keanehan praktik pembuatan maklumat yang seolah melebihi otoritas pendiri Pondok Pesantren Wali barokah.
JRK dan Dinasti Baru: Siapa Dalang di Balik Maklumat?
Penelusuran mengarah pada beberapa punjer nama yang diduga menjadi "dalang" di balik serangkaian maklumat ini. Mereka adalah Gus Lukman Hakim, Wildi Istimror, Dr. Hendi, serta tim oknum putra mahkota dari sesepuh di dalam jamaah. Bahkan, dugaan keterlibatan ini menyeret oknum di posisi wakil 4 yang disebut-sebut sebagai salah satu kubu dari tim Gus Lukman Hakim.
Pihak ini dituding sebagai "raja di raja" alias (JRK) yang masih berada di sekitar dan dalam dinasti sesepuh pendiri Ponpes Wali Barokah. JRK, melalui timnya, mereka meraih cara untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan.
Laporan internal menyebutkan bahwa maklumat dan hukum yang dikeluarkan dari pusat bukanlah murni dari Ulil Amri ( Sesepuh Pondok Pondok Pesantren wali barokah yang berhak mengeluarkan hukum), melainkan dari kelompok Group Gus Lukman Hakim JRK ini. "Selama ini yang membuat maklumat mengeluarkan hukum dari pusat bukan Ulil Amri tetapi orang-orang ini lah yang membuat raja di raja alias (Mbahnya JRK) yang ada didalam jamaah," tegas sumber orang dalam tersebut.
Pertanyaan krusial pun dilayangkan kepada Ketua Umum DPP LDII, Kriswanto Santoso:
- Apakah Ketua Umum LDII terlibat dalam praktik pembuatan maklumat kontroversial? Atau, apakah masih berada di kubu yang berpihak pada pelaku sejarah dan keaslian ajaran?
- Bagaimana tanggapan resmi Kriswanto Santoso? Apakah ia akan memilih diam, atau akan bertindak tegas menghadapi realitas bahwa di dalam jamaah kini banyak "raja bunglon" dan "Mbahnya JRK" yang berupaya membentuk dinasti baru?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ketua Umum DPP LDII Kriswanto Santoso mengenai tuduhan serius terkait maklumat tanpa ada dasar, pembungkaman mubalig dan sesepuh pelaku sejarah, dan dugaan perebutan kekuasaan oleh dinasti JRK. Kriswanto dan jajaran DPP berada di persimpangan.
Apakah mempertahankan keutuhan dan prinsip organisasi? atau membiarkan benih-benih konflik internal ini? terus tumbuh dan mengancam masa depan LDII?
Pemuda LDII yang akan datang siapakah yang bertanggung jawab? bahwa di dalam jamaah kini banyak "raja bunglon" dan "Mbahnya JRK" yang berupaya membentuk dinasti baru, Ilmu mangqul sudah hampir punah?



0 Comments